lupa diri

Didalam ruang warkop 89 saya duduk sambil menikmati secangkir kopi vietnamdrip, berbincang2 dengan teman satu kampus sambil tertawa tiwi, mengobrol mata kuliah yang semakin naik semester, semakin sulit pula mata pelajaran kuliah, tugaspun tambah banyak juga sampai teman satu kelas banyak yang gugur karena ingin cepat-cepat kerja dan ada pula yang ingin cepat menikah. Kami juga berdiskusi mengenai organisasi luar dan dalam kampus yang berantakan karena malas atapun sibuk malas-malasan, sampai lupa tanggung jawab yang ada dipundaknya. Siapa pula yang mau ketika LPJ banyak yang tidak terlaksana karena so sibuk atau tidak bisa menyempatkan program kerjanya karena malas. 
Memang zaman milenial ini banyak pekerjaan harus diam karena hidupnya di dunia maya,  sehingga para mahasiswapun banyak diam, jasmani selalu diam, hatipun selalu diam, tetapi nafsu tak mau diam karena banyak godaan dari iklan-iklan tak berbusana yang selalu datang.
Makannya orang dulu dan orang sekarang berbeda jauh dalam bergerak ataupun berpikir, kalau kata orang tua dulu apakah lebih baik diam dirumah atau pergi walaupun tanpa arah?. Sehingga banyak orang-orang dulu merantau walaupun tujuannya belum jelas mau ngapain pergi kalau engga ada yang dikenal.
Banyak pemuda pemudi sekarang terlena duniawi sehingga lupa dia mau pergi kemana, dan terjebak dalam kebebasan diri sendiri, menjadi keras kepala dan lupa diri.

Komentar