Postingan

ABDI UNTUK NEGRI

Para pemuda pemudi tegak berdiri Bersatu berjuang mempertahankan NKRI Emosional yang tinggi menjadi pedoman hati Berdikari agar menjadi asuh pribumi Intelektual menjadi instruksi pejuang-pejuang tinggi Membumi agar kualitas menjadi tinggi Dan kembali untuk mengabdi Memajukan agar terpakai dan berkoar Seperti hujan yang menumbuhkan Tumbuhan yang menumbuhkan bunga Dan bunga yang menumbuhkan buah Karena yang gagah harus menjadi gigih Berseteru pemikiran perusak bangsa Jangan lengah pemuda pemudi NKRI Nasionalisme yang tinggi Menjadikan cinta yang tulus sepenuh hati Berani mati untuk NKRI Demi kemajuan bangsa ini Hati dan harta tulus dikorbankan Yang putih tanda bersih dan suci Juga nyawa yang melayang melawan penjajahan Yang merah dilumuri darah Melawan orang-orang bedebah Yang hanya demi kepentingan politik yang antik Kita harus melawan dan berjuang Menjadi manusia sepenuh jiwa Yang berpikir untuk bergerak Menjadikan Indonesia tinggi ...

lupa diri

Didalam ruang warkop 89 saya duduk sambil menikmati secangkir kopi vietnamdrip, berbincang2 dengan teman satu kampus sambil tertawa tiwi, mengobrol mata kuliah yang semakin naik semester, semakin sulit pula mata pelajaran kuliah, tugaspun tambah banyak juga sampai teman satu kelas banyak yang gugur karena ingin cepat-cepat kerja dan ada pula yang ingin cepat menikah. Kami juga berdiskusi mengenai organisasi luar dan dalam kampus yang berantakan karena malas atapun sibuk malas-malasan, sampai lupa tanggung jawab yang ada dipundaknya. Siapa pula yang mau ketika LPJ banyak yang tidak terlaksana karena so sibuk atau tidak bisa menyempatkan program kerjanya karena malas.  Memang zaman milenial ini banyak pekerjaan harus diam karena hidupnya di dunia maya,  sehingga para mahasiswapun banyak diam, jasmani selalu diam, hatipun selalu diam, tetapi nafsu tak mau diam karena banyak godaan dari iklan-iklan tak berbusana yang selalu datang. Makannya orang dulu dan orang sekarang berbeda ja...

Ban yang terbakar

  BAN YANG TERBAKAR    Udara tertutup oleh kabut asap hitam, banyak yang terbakar pada hari ini, rumah, toko, ban mobil, pelontar gas air mata, ataupun tembakan para aparat pemerintah. Ini terjadi pada tanggal 14 Mei 1998, di ibu kota Jakarta. Orang tionghoa, berlarian menghindari kerusuhan orang-orang yang kelaparan dalam segala hal, ingin uang, wanita, meluapkan kemarahan dirinya, atapun terpancing karena banyak orang yang sudah gila melebihi anjing dalam berbuat sesuatu, mungkin sayapun seperti itu.   Para aktivis berkoar menyerukan keinginan para mahasiswa, sehingga para mahasiswa hatinya membara dan tak bisa mengendalikan diri, “lengserkan Hoeharto…!”, sayapun ikut mengoarkan suara, “turunkan BBM!”. Mengerikan sekali melihat suasana ini dengan cuaca hitam, muka dan pikiran merah, darah banyak yang mengalir, dari pihak aparat, mahasiswa, dan lebih mengerikannya lagi dari orang-orang Tionghoa, banyak para wanita tionghoa yang diperkosa, luka di muka, kaki, t...